
Channelindo.com, MINAHASA – Bupati Minahasa Robby Dondokambey dan Aakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang rapat kerja (Raker) bersama seluruh Kepala Satuan Pendidikan dari jenjang PAUD, DIKMAS, SD, hingga SMP se-Kabupaten Minahasa, Rabu (28/5/25).

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Wale Ne Tou Tondano, dan dirangkaikan dengan penyerahan Surat Pelaksana Tugas Kepala Sekolah serta Penandatanganan Komitmen Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025.

Sekretaris Daerah Dr Lynda Watania MM MSi, Kepala BPMP Sulut, Febry Dien ST MInf Tech Man, Kajari Minahasa, B Hermanto SH MH, Kapolres Minahasa, AKBP Steven Simbar SIK, Direktur Pascasarjana Unima, Prof Dr Rolles Palilingan MPd, dan ratusan Kepala Sekolah.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi dalam membentuk masa depan pendidikan Minahasa yang lebih baik. “Pendidikan adalah fondasi utama dalam membentuk masa depan generasi muda bangsa,” ujar Bupati Dondokambey.

“Momentum hari ini harus kita jadikan ruang refleksi dan afirmasi komitmen, bahwa kita tidak hanya membangun gedung sekolah, tetapi tengah membangun masa depan Minahasa dan Indonesia,” sambung Bupati RD.

Tiga Fokus Utama untuk Tahun 2025
Bupati RD menyoroti tiga perhatian utama yang harus menjadi fokus bersama:
Pertama: Kelulusan siswa pada 2 Juni 2025, ditekankan pentingnya pengawasan terhadap euforia berlebihan seperti konvoi dan pesta miras yang membahayakan.
Kedua: Penamatan siswa, dihimbau agar dilakukan dalam bentuk ibadah syukur yang sederhana, menghindari pungutan dan beban finansial bagi orang tua.
Ketiga: Pelaksanaan SPMB 2025/2026, harus dilaksanakan dengan prinsip transparansi, keadilan sosial, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi.
“Saya minta seluruh Kepala Sekolah menjadi garda terdepan menjaga integritas dan keadilan dalam proses SPMB,” tegas Bupati RD.

Dorongan Menjadi Agen Perubahan
Dalam kesempatan yang sama, Bupati dan Wakil Bupati untuk pertama kalinya bertatap muka langsung dengan seluruh kepala satuan pendidikan. Mengingatkan pentingnya peran kepala sekolah sebagai agen perubahan, terlebih di tengah transisi kurikulum dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka.
Bupati RD juga mengajak seluruh satuan pendidikan untuk aktif mendukung program-program pemerintah serta membudayakan Gerakan Menanam dan Sadar Sampah di lingkungan sekolah.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang tumbuhnya karakter generasi penerus. Dari sekolah yang bersih dan hijau, lahirlah jiwa yang sehat dan pemikiran yang jernih,” ungkapnya penuh harap.

Komitmen Bersama Membangun Masa Depan
Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen penyelenggaraan SPMB tahun 2025 oleh seluruh kepala sekolah yang hadir. Bupati menegaskan bahwa sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah adalah kunci keberhasilan pendidikan yang berkelanjutan.

“Saya percaya, jika seluruh kepala satuan pendidikan di Minahasa memulai langkah nyata dari lingkungan sekolah masing-masing, maka akan lahir gerakan masif yang menginspirasi,” pungkas Bupati sebelum secara resmi membuka kegiatan tersebut. (Adv/bamz)













