Channelindo.com, MINAHASA – Kasat Lantas Polres Minahasa AKP Sumiyati Pontoan mendapat soroton dari para wartawan yang bertugas di Kabupaten Minahasa.
Hal ini menyusul tindakannya yang dinilai enggan bertemu dengan wartawan dimana sehari-harinya bertugas melakukan peliputan di Polres Minahasa.
“Tindakan Kasat Lantas Polres Minahasa yang engan menemui wartawan tersebut sangatlah tidak elegan, bahkan mencederai citra polri di mata jurnalis.” Kata Ketua Komunitas Pers Minahasa Kelly Korengkeng.
Dirinya menyayangkan diera keterbukaan ini masih juga ada petinggi kepolisian di polres Minahasa yang masih alergi terhadap wartawan.
“Polri dan insan pers merupakan mitra strategis dalam menjaga stabilitas Kamtibmas, demokrasi, dan edukasi publik. Sinergi ini mengutamakan keterbukaan informasi, profesionalisme, serta kepatuhan pada kode etik untuk menangkal hoaks dan mendukung transformasi Polri yang Presisi. hal ini di katakan kapolri Kick off Hari Pers Nasional 2026 diadakan 30 November 2025 di Alun-alun Kota Serang, Banten.
Korengkeng berharap sikap alergi terhadap wartawan oleh Kasat Lantas Minahaaa bisa menjadi perhatian baik Kapolres Minahasa AKBP Steven Simbar serta Kapolda Sulut Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie.
Sebelumnya, sejumlah Wartawan yang ingin bertemu dengan Kasat Lantas Minahasa AKP Sumiyati Pontoan namun beralsan untuk ke toilet. Setelah beberapa waktu tak kunjung keluar dan sudah menghilang tanpa menemui wartawan.
” jadi saya dan 2 teman lainnya berpapasan ingin bertemu dengan kasat. Namu dia alasan ke toilet, tunggu beberapa waktu taunya Kasat entah kemana batal ketemu.”Ujar Meyke.
Senanda dengan hal tersebut, Alfonda Suoth mengatakan hal serupa juga sudah pernah dialaminya pada jumat 6 Februari lalu, dimana 4 wartawan termasuk dirinya bermaksud untuk menemui Kasat Lantas Polres Minahasa, AKP Sumiati guna mengkonfirmasi berita. Saat berada di lokasi, yang bersangkutan sempat menyampaikan bahwa akan menuju ke toilet. Namun, dalam waktu bersamaan, sekembali dari toilet wartawan melihat AKP Sumiyati sempat berbincang dengan salah satu anggota.
Wartawan kemudian menunggu di jalur yang sebelumnya dilalui, dengan harapan dapat bertemu kembali untuk melakukan konfirmasi.
Hingga beberapa waktu kemudian, AKP Sumiyati tidak kembali melintas di jalur tersebut. Karena keterbatasan waktu dan tidak adanya pertemuan lanjutan, wartawan akhirnya meninggalkan lokasi tanpa sempat bertemu langsung dengan Kasat Lantas Polres Minahasa.
Sementara itu, Haris Tumbol juga mengakui bahwa dirinya dan sejumlah rekan wartawan kesulitan mengkonformasi berita apalagi bertemu dengan Kasat Lantas yang selalu hanya melontarkan berbagai alasan.
Sementara itu sejumlah wartawan minahasa juga mengeluhkan komunikasi melalui whats up dengan kasat lantas hanya sampai di baca beliau tapi tidak ada balasan.













