
Channelindo.com, MINAHASA – Kabupaten Minahasa beberapa hari belakangan ini dilanda cuaca extream atau buruk, yakni hujan yang disertai angin.
Untuk itu, guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat pemerintah kabupaten Minahasa, Bupati Dr Ir Royke Octavian Roring MSi dan wakil Bupati Minahasa Dr (Hc) Robby Dondokambey SSi MAP melalui Kepala Dinas Komunikasi dan informatika Maya Kainde SH MAP, Sabtu 9/4/2023 diminta agar warga masyarakat selalu waspada.
Apalagi, kata Kainde, warga yang mendiami dataran tinggi, lereng gunung, bantaran sungai dan bahkan dataran renda agar berhati-hati. Kainde berharap warga menjauhi pepohonan yang berpotensi patah dan roboh.
Begitupun warga yang sedang beraktivitas menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki, Kainde menghimbau agar selalu berhati-hati. “
“Kita tidak tahu kapan akan terjadi bencana. Semisal ketika dalam perjalanan dengan membawa kendaraan, tiba-tiba ada pohon tumbang atau pun terjadi tanah longsor yang menghalangi perjalanan kita. Intinya kita selalu waspada terhadap cuaca ekstrem sekarang ini,” imbaunya lagi.
Sementara Kepala Badan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa, Nofry Lontaan ST meminta agar pemerintah kelurahan maupun desa agar secepatnya mengambil langka jika terjadi bencana.
“Jika terjadi bencana alam, segera laporkan ke pemerintah setempat atau langsung laporkan kepada BPBD, supaya secepatnya bisa ditindaklanjuti,” imbaunya.
Jika terjadi bencana, kata Lontaan, pemerintah desa dan kelurahan secepatnya mendata semua kerusakan terjadi termasuk korban dan kebutuhan darurat, kemudian melaporkannya.
Selain itu, ia juga mengatakan ada beberapa lokasi yang rawan bencana di Kabupaten Minahasa, seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.
“Untuk wilayah rawan longsor Atep, Temboan, Noongan khususnya gunung potong, Kawangkoan Utara, Tombariri jalan trans, Pineleng desa Kali dan Warembungan, jalan antara Tombulu-Suluan. Sedangkan banjir di wilayah Tombariri, Mandolang, Tondano Kiniar, Kakas barat, Sonder, Tataaran, dan Rinegetan,” paparnya.
Sedangkan angin puting beliung lanjutnya, biasanya terjadi di dataran rendah seperti Papakelan, Touliang Oki, Remboken, atau seputaran danau Tondano dan pantai selatan.
“Puting beliung juga bisa terjadi di dataran rendah, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi di dataran tinggi,” ungkap Lontaan sembari menambahkan untuk gelombang pasang biasanya terjadi di Kecamatan Tombariri dan Rumbia Kecamatan Langowan Selatan.













